5 comments on ““pendiam”sebuah sifat atau hanya sebuah kebodohan?

  1. Sangat berimbang deskripsi per-kasusnya…Btw any way busway (halah..hee..), kalau judulnya juga diberimbangkan dengan containt artikelnya pasti lebih seru saya fikir…hee..

    Gambatte Ne ^_^

  2. Bagus sekali.
    Pernyataan dan kesimpulan yang disertai contoh kasus. sehingga membuat pembaca tidak salah menangkap ilmu didalamnya…

    kalo boleh saya memberikan opini
    (sumber: khutbah Jum’at di Mesjid dekat rumah saya)
    Diam itu adalah Dosa,
    “kapan n kenapa?”
    Ketika, maksiat yang qt lihat di depan mata. Hanya qt diamkan saja (spt: perjudian). “Biarlah”. Mungkin karena ingin mendapatkan selamat sendiri. Padahal ini bisa saja mempengaruhi sodara2 qt.

    Sekian,
    Terima Kasih, wass

  3. jk diam itu emas, mk berbicara itu perak,,,,,
    keduax memiliki harga yang t’murahhhhh
    bukan toko emas lhoooooooo
    he3,,,,,,,,,,,,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s