SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » #life » “pendiam”sebuah sifat atau hanya sebuah kebodohan?

“pendiam”sebuah sifat atau hanya sebuah kebodohan?

Almanak

January 2008
M T W T F S S
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Anda adalah pengunjung ke:

  • 112,927 hits

Pengunjung site ini

Gagat Sukmono

Categories

Saya awali menulis opini ini dari judulnya dulu.”wah lumayan seru juga temanya nih”pikir saya.

Otak usil saya sedikit tersentil oleh pertanyaan yang akhir-akhir ini sering muncul di benak saya sendiri.

Pertanyaannya itu,

“apakah selamanya diam itu baik?”

jawaban bijaknya”bisa iya,bisa tidak”

Kalo anda dihadapkan dengan omongan yang tidak baik,berbicara tanpa ilmu,menggunjing,menjelek-jelekan orang lain atau berkata yg jorok sudah tentu anda akan sangat afdhol untuk diam.

Nah saya menilai dan merasa disitulah anda bisa mengatakan “diam itu emas”

Bagaimana kalo anda dihadapkan oleh kegiatan yang baik,omongan yang bermanfaat,mengajak untuk kebaikan,mencegah dari kemungkaran,mengajarkan agama,mengajarkan arti hidup yg sebenarnya, membagi cerita yang bermanfaat,menyemangati saudara,berbicara utk menjalankan tugasnya,…

Apakah di situ juga berlaku”diam itu emas”atau”diam itu lebih baik”?

jawaban bijaknya”tentu tidak”

Anda boleh lihat sejarah rasul dan para sahabat,dan juga para ulama,

mereka berbicara,mereka saling mengajarkan ilmu agama,mereka saling memberi wasiat ttg kebaikan,mereka melantangkan lisannya untuk mencegah kemungkaran,mereka berdakwah untuk mengajak kebaikan.

Nah itu dia orang yang pintar menempatkan arti “diam”.Diam untuk menjaga lisannya dari maksiat,tapi lantang untuk berdakwah.

Apakah bagi kita yang minim terhadap ilmu agama berarti sedikit kesempatan utk berbicara yang baik?

“ooh ya tentu tidak”

Anda menanyakan kabar saudara,anda memperhatikan teman,anda mengajak untuk kebaikan(walaupun hanya mengajak untuk tersenyum) ,anda menulis ttg hal2 yang bermanfaat untuk kehidupan dunia maupun akhirat,anda senantiasa memberi kata-kata semangat untuk saudara yang mungkin sedang sedih,atau hanya sekedar ikut tersenyum mendengar cerita ttg kegembiraan teman,dsb..hanya sedikit contoh,dan bukankah ini semua akhlak ahlussunnah?

bukankah mengucapkan”terimakasih”ketika mendapat pemberian dari orang lain juga merupakan akhlak ahlussunnah?

pemberian yang kadang tidak selalu berupa material,tapi juga berupa tulisan2 yang berharga untuk dirinya maupun perkataan yang baik….

Kapankah kita berusaha menerapkan apa yang sudah kita pelajari dari berjilid2 buku agama?

Banyak orang mengatakan”lebih banyak berkata maka lebih banyak salahnya,dibandingkan diamnya”

ya benar sekali,sudah alaminya seperti itu

di situlah kita dituntut untuk menuntut ilmu,supaya apa yang kita ucapkan ada landasannya,supaya apa yang kita ucapkan selalu dalam koridor yang benar sesuai syar`i.

Alangkah bodohnya orang yang menjaga lisannya dari berbuat kebaikan.

Mari iringi lisan kita dengan ilmu.

wallahu a`lam

mohon koreksinya klo salah.

Advertisements

5 Comments

  1. nuri... says:

    Sangat berimbang deskripsi per-kasusnya…Btw any way busway (halah..hee..), kalau judulnya juga diberimbangkan dengan containt artikelnya pasti lebih seru saya fikir…hee..

    Gambatte Ne ^_^

  2. Gagat says:

    makasih lagi teh nur,iya setelah dibaca lagi mmng ternyata judul nya kurang pas rasanya:)

  3. phitok says:

    Bagus sekali.
    Pernyataan dan kesimpulan yang disertai contoh kasus. sehingga membuat pembaca tidak salah menangkap ilmu didalamnya…

    kalo boleh saya memberikan opini
    (sumber: khutbah Jum’at di Mesjid dekat rumah saya)
    Diam itu adalah Dosa,
    “kapan n kenapa?”
    Ketika, maksiat yang qt lihat di depan mata. Hanya qt diamkan saja (spt: perjudian). “Biarlah”. Mungkin karena ingin mendapatkan selamat sendiri. Padahal ini bisa saja mempengaruhi sodara2 qt.

    Sekian,
    Terima Kasih, wass

  4. Gagat says:

    Terimakasih atas tambahannya mas:)

  5. harisma says:

    jk diam itu emas, mk berbicara itu perak,,,,,
    keduax memiliki harga yang t’murahhhhh
    bukan toko emas lhoooooooo
    he3,,,,,,,,,,,,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: