SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » #awal » Susahnya memecah batu karang kebuntuan “kata pertama”

Susahnya memecah batu karang kebuntuan “kata pertama”

Almanak

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Anda adalah pengunjung ke:

  • 112,927 hits

Pengunjung site ini

Gagat Sukmono

Categories

dar der dor..

Permulaan tulisan yang memang ga penting,itu hanya susunan kata yg kubuat untuk memecah batu karang kata pertama yang hingga saat ini ternyata masih sangat sulit bagiku.

Bagi seorang penulis amatiran sepertiku atau mungkin masih seorang calon penulis amatir,batu karang kata pertama itu memang masih terlalu keras untuk dihancurkan,namun itu tetap harus aku hancurkan mengingat aku masih ingin menempuh perjalanan di sebalik batu karang itu…

Helvy tiana rosa,mengibaratkan menulis itu ibarat belajar kungfu,kita tidak akan bisa mahir kungfu kalau hanya melihat saja,melihat penampilan jet li bermain kungfu hingga mata lelah pun kita tetap tidak akan mampu menguasai kungfu tanpa benar-benar berlatih untuk mencobanya.

Penulis lain mengibaratkan menulis itu seperti halnya belajar renang,semahir apapun menguasai teori berenang namun tanpa mencobanya tentu tetap tidak akan pandai berenang..

Jadi intinya..?

Para penulis itu hanya ingin menegaskan kepada kita bahwa untuk bisa menulis secara profesional memang harus banyak berlatih menulis..

♥♥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: