SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » #motivation » Cerita Tentang tanggapan terhadap psikologi,dll.

Cerita Tentang tanggapan terhadap psikologi,dll.

Almanak

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Anda adalah pengunjung ke:

  • 124,396 hits

Pengunjung site ini

Gagat Sukmono

Categories

Cerita yang satu ini sudah terjadi beberapa bulan yang lalu,kurang lebih dua bulan yang lalu.

Seru sekali,

kebetulan senior saya yang seorang sarjana psikologi saya ajukan pertanyaan,atau lebih tepatnya saya meminta tanggapannya selaku psikolog terhadap tanggapan sebagian orang yang menyatakan bahwa psikolog itu kerjaannya orang gila,atau psikologi itu ga bener,dan segala macemnya..

Wah..dituduh semena-mena seperti itu,sang sarjana ini tentunya tidak menerima,

Dalam kapasitasnya sebagai seorang psikolog dan juga seorang muslim yang baik beliau menuturkan tanggapannya tentang tanggapan sebagian orang yang lain yang “memvonis”psikologi sedemikian rupa.

Pembicaraannya yang cukup panjang memang tidak bisa saya serap persis detail sesuai dengan apa yang diucapkannya,namun intinya tentu dapat saya tangkap..

kira-kira begini:Realitanya orang-orang yang menganggap psikologi sebagai ilmu yang tidak baik adalah orang yang tidak berlaku subjektif dalam menilai,kalau dibahasa majaskan istilahnya pars prototo,menggunakan sebagiannya untuk menyebutkan keseluruhan.Pada intinya diakui dalam ilmu psikologipun ada hal-hal yang menyimpang(ini memandangnya sesuai syariat yang bener lho) contohnya saja,menggunakan musik dalam pertumbuhan otak anak kecil,memang sudah diketahui secara umum bahwa dalam syariat yang benar mendengarkan musik adalah terlarang,namun..teori tentang musik ini semata-mata memang benar-benar sudah dibuktikan oleh ilmuwan psikolog bahwa dengannya pertumbuhan otak seorang bayi akan cepat dan pesat.Teori yang dibuktikan dengan alat dan juga data-data yang diperolehnya.

Nah..yang disayangkan oleh senior saya ini,mengapa para orang yang “memvonis”tadi itu tidak terjun dulu membuktikan bahwa ada cara lain yang lebih baik daripada mendengarkan musik,misalnya saja seseorang bayi sejak bayinya selalu diperdengarkan murottal atau kajian-kajian tertentu,atau cara lain yang bisa mematahkan tentang teori pentingnya musik dalam pertumbuhan otak manusia.Tidak semata-mata mematahkan sebuah teori dan kemudian membombardir hingga sampai menyalahkan bidang ilmunya.

Di segi yang lain,kalaulah psikologi itu bukan bidang ilmu yang dibenarkan dan kemudian harusnya ditiadakan,lantas siapa yang mampu mengobati depresi anak kecil yang menjadi sangat takut dengan manusia dikarenakan kehilangan orang tuanya di saat bencana tsunami di aceh melanda?atau siapakah yang mampu mengobati depresi orang yang telah hidup dalam dunia khayalannya?Siapakah yang mengobati mereka,yang mampu menyelesaikan masalah mereka selain melalui tangan psikolog?

Jadi,bidang ilmu itu terlepas dari psikologi atau apapunlah tergantung dari siapa yang memakainya,seorang psikologpun kalaulah dia tahu akan kaidah beragama yang benar maka ilmunya insyaAllah akan bermanfaat.Sebaliknya seorang teknisipun atau dokterpun yang jelas-jelas bidangnya diperbolehkan kalaulah orang yang menguasainya tidak memiliki kaidah yang benar dalam beragama maka tetap saja mereka akan banyak melakukan maksiat..

Kesimpulannya:

  • Untuk menilai sesuatu,berusahalah sesubjektif mungkin dengan melihat keadaan yang sebenarnya
  • Ilmu itu tergantung siapa yang memakainya.
  • Janganlah cepat-cepat memvonis segala sesuatu padahal yang kita miliki masih minim

……………………………maaf kalau penyampaiannya masih amburadul,tulisan ini jangan dijadikan referensi untuk hal apapun,jadikanlah hanya sekedar masukan.

Gagat sukmono,owner1 toko shafiyya,founder TEM

Advertisements

3 Comments

  1. faqih says:

    saat ini psikologi islam sudah mulai berkembang. di beberapa fakultas psikologi di Indonesia sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang berlandaskan psikologi islam tersebut. contohnya di fakultas psikologi USU tahun lalu ngadain seminar pernikahan yang berangkat dari teori islam. ternyata dari begitu banyaknya teori psikologi yang berasal dari barat sana, teori-teori itu sudah dimuat di dalam Al-Quran. menarik bukan!!!ayo, kemana nih para mahasiswa muslim psikologi yang harusnya lebih mampu mengaplikasikan ilmu psikologinya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Gagat says:

    menarik sekali infonya pak faqih,..
    trimaksih..:D

  3. terima kasih sangat bermanfaat sekali artikel’y..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: