SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » #life » Bahasa rindu di dunia khayalku

Bahasa rindu di dunia khayalku

Almanak

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Anda adalah pengunjung ke:

  • 124,396 hits

Pengunjung site ini

Gagat Sukmono

Categories

(photobucket.com)

Kuhempaskan tubuh terlentang di hamparan padang rumput yang luas.
Awan berarak,mataharipun hanya sesekali menyembul,memberikan sedikit energinya sebagai rasa simpati atas kerja keras pembuat solar sel.Cahayanya tetap teduh,hangat sekali.
Bau rumput yang masih sedikit basah sempat membuat gemuruh rindu kampung halaman semakin membuncah.
Kilauan tetes embun di atas dedaunan,membuat padang ini bagaikan hamparan berlian.
Burungpun hanya sesekali berkicau,mereka khusuk dengan do`anya..
aDuhai alangkah indahnya pagi ini,seakan alampun tahu aku ingin bermelankolis ria,ingin sedikit berbahasa tentang cinta.
Kuhirup nafas dalam-dalam,lama sekali,rasanya akupun enggan melepas segarnya udara pagi ini dari rongga tubuhku.Setelah sampai batas maksimal difragmaku,kuhempaskan udara,tenang sekali..seakan bebanpun lepas bersamaan.Tuntas..hingga tubuhpun terasa ringan.Nyaman sekali.
Matapun sedikit kupejamkan.oh..semakin nyaman.
Tiba-tiba aku tersentak,tangan halus itu sudah lekat di lenganku..
Siapa gerangan gadis ini,kulitnya halus,semampai,lekuk tubuhnya begitu indah..
Aih,inikah bidadari surga?
Wajahnya bersolek manis sekali..
tapi..mengapa dia memakai pakaian dunia?
Bawahan celana ketat,dengan atasan menutupi tubuh alakadarnya dan kerudung kecil yang diselempangkan..
Aih..aku yakin dia bukan bidadari surga,
Mungkin aku baru melihat sosoknya tadi malam di dunia maya.
Oh,dia hanya satu dari sekian banyak wanita yang selalu dielu-elukan sebagai pertanda dekatnya hari kiamat.Berpakaian tapi telanjang.
Kuhentakkan tangannya..
Seketika gadis itupun menghilang..
Memori kepalaku beringsut sedepa demi sedepa menelusuri alam bawah sadar..
Sesekali kusadari itu hanya sebuah mimpi,tapi mengapa terasa begitu nyata?
Biarlah dia dengan dirinya..
Aku hanya ingin diam tenang…
Aku tak ingin pergi dari sini,aku hanya ingin sedikit sesenggukkan,berkata terbata-bata bercampur dengan isak tangis,kuutarakan bahasa yang penuh iba.
Aku sedih..
Aku tak punya muka tuk mengingat masa lalu..
Duh..alangkah hinanya diri ini..,bagaimana aku mempertanggung jawabkannya?
Satu persatu wajah keluargaku datang silih berganti,
Aku ingin bermain dengan mereka,berlarian di padang rumput ini..tergerai gelak yang lepas..tenang dan damai.
Berteduh dengan tenda-tenda yang sejuk,buah-buahan segar,minuman manis yang hangat..
Aih..pantaskah diriku ini mendambakan secuil dari keindahan surga.
Dengan suara kecil yang masih sedikit sesenggukan,lisanku berkata..
“hamba mendambakan surga ya Allah”
Kuadukan semua gejolak rindu,kusebut kisah dalam sendu..
….
Ibuku,Ayahku..
Sekarang aku baru bisa merasakan.Tentunya kalian begitu berat mengasuhku ketika itu.
Aku yakin kalian juga memerah keringat…
Aku yakin kalian juga meneteskan airmata penuh kekhawatiran…
Wahai manusia..seandainya kalian tahu itu..
Masih adakah alasan tuk menyakiti orang tua kalian?
….
Kakakku,adikku..
..airmata tak lagi kuseka,biarlah mengalir lepas..
Kapan kita bisa bermain lagi?
Kalian tak perlu canggung..
Aku tidak mengajak kalian ke taman bermain yang berteknologi canggih..
Aku hanya ingin mengulang kisah kita,
Berkejaran di pematang sawah,berenang di sungai-sungai kecil,hangus bau matahari,berlumuran dengan lumpur,tertawa riang..sesekali berseloroh tentang mimpi..aduhaii..betapa rindunya aku akan masa itu.
….
Sanak keluargaku semua..
Biarkanlah kukenang kalian semua dalam hatiku..
Aku khawatir airmataku tak cukup mengiringi kisahku ini…
….
Derai airmata,hanya tinggal setetes demi setetes..
Biarkanlah aku dengan tuturku.Aku masih ingin berkisah,sedikit membahasakan cinta..

Ah sudahlah..
Aku yakin ini semua akan menjadi sebuah kisah nantinya..
Mengapa aku harus berlarut dalam serpihan debu..
Harus kutatap masa depan dengan tegar.Melepaskan penjara-penjara kemunafikan.
Aku mau bebas.
Bebas beribadah kepada Rabb yang Maha Mulia.Tegak dengan tiang yang lurus.

Adakah hari esok seindah pagi ini?
Disambut senyum..
Sapaan yang tulus..
Sama-sama melepaskan topeng,dan bertutur dengan jujur..

***

Sudah sedikit lepas rasa penat,ku akhiri petualanganku di dunia khayalan..

Sukkiri shitaaa..(legaaa..)

yosh..teruskan kegiatan di dunia nyata!!

***

Sekian..

Gagat sukmono@belajarnulis

**Sedang belajar nulis dengan berbagai gaya bahasa**

Advertisements

2 Comments

  1. ameliaroza says:

    akhirnya di koukai jugak 🙂

  2. Gagat says:

    cukup menarik khan?..
    tapi memang dibagian akhirnya agak dipaksakan selesai..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: