SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi dan Karawang

Home » 2008 » May (Page 2)

Monthly Archives: May 2008

Advertisements

“Jangan masuk!”atau”tetaplah di luar!”?

Saya heran,semakin saya wanti-wanti kok malah semakin banyak yang rusak.

Itu terjadi ketika saya mengajar praktikum kepada mahasiswa tingkat 3 di kampus.

aa..yachatta sumimasen..(aduhh..maaf saya salah),itu kali kedua saya mendengar kalimat senada dari anak mahasiswa tkt 3 pada hari itu.Wah..lagi-lagi larutan kimia itu masuk ke bulb(penghisap) karena salah pencet,yang harusnya dipencet tombol yang buat ngeluarin eh malah terpencet yang untuk menghisap.Walhasil..praktikum hari itu berhasil merusakan dua buah bulb yang masing-masing berharga sepuluh ribu yen atau sekitar 850rb rupiah.Padahal dari awal saya sangat mewanti-wanti agar tidak salah pencet,karena minggu sebelumnya sudah rusak satu buah bulb oleh kelompok yg lain.

Sekedar informasi,jika bulb(alat penghisap) sudah kemasukan air maupun larutan kimia yg lain otomatis tidak bisa dipakai lagi untuk praktikum,karena presensinya(keakuratannya) juga menjadi tidak tepat,dan kemudian bulb yang sudah bercampur dengan suatu larutan kimia apabila digunakan untuk mengambil larutan yang lain maka akan berbahaya jika bercampur dengan larutan yg masuk ke dalam bulb,atau paling tidak praktikumpun menjadi sangat tidak akurat.

Balik ke topik,

kureguremo oshimachigawanai you ni(Pokoknya harus diinget agar jangan salah pencet ya!!)

Sudah berkali-kali saya tekankan hal itu ketika menjelaskan tentang cara memakai bulb maupun hole pipete kepada peserta praktikum.Namun hasilnya malah tambah parah dari minggu sebelumnya.Padahal saya lihat anak-anak sudah sebegitu hati-hatinya menggunakan bulb tersebut.Ntah kenapa,seakan-akan justru ada energi negatif karena saking dilarangnya salah pencet.Beda dengan minggu sebelumnya,hanya sekali saya mengingatkan mereka,tapi justru sedikit kesalahan yg mereka lakukan.hmm..fushigi da na(aneh yaa..).

Berselang berapa lama,keanehan yang saya rasakan itu sedikit mendapat pencerahan itu ketika suatu hari saya sedang mampir di toko buku.

hikiyouse no housoku alias the law of attraction,itulah judul dari buku yang sedikit memberi pencerahan pada saya.(The law of attraction ini intinya juga sama dengan yang dalam buku The secretnya Rhonda byrne)baca juga The secret pada postingan sebelumnya.

Walaupun tidak sempat saya baca seluruhnya,tapi di awal-awal tulisan buku itu,ada isi yang begitu menarik perhatian saya,

Dalam The law of attraction,dijelaskan bahwa kita akan mendapatkan apa yng kita inginkan.Pikiran yang positif maka akan membawa energi yang positif dan kemudian ibarat sebuah magnet,pikiran kita akan menarik faktor-faktor yang akan membantu mewujudkan apa yang kita inginkan tersebut secara alami.

Bertolak dari prinsip the law of attraction itu,si penulis menjelaskan bahwa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan maka ucapkanlah yang positif dan searah dengan keinginan tersebut bukan sebaliknya..

Misalnya saja ketika kita menginginkan orang lain tidak masuk ke dalam kamar kita,maka sebaiknya tidak mengatakan”jangan masuk!!” namun yang lebih tepatnya adalah “tetaplah di luar”.

Contoh lainnya,

“jangan berisik” diganti dengan “Tenanglah sedikit”

“jangan duduk”diganti dengan “berdirilah”

dan seterusnya.Pada intinya,dalam melarang sesuatu sebaiknya mengganti kata-kata “jangan” atau “tidak”maupun kata pelarangan yang lain,dengan kata-kata perintah yang sifatnya positif atau yang sifatnya menganjurkan untuk melakukannya.

Kira-kira seperti itulah yang dijelaskan di awal buku itu.

Rasanya hal itu pas sekali dengan ungkapan banyak orang yang mengatakan”semakin dilarang malah jadi semakin penasaran untuk melanggar”.Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga penjelasan di atas,semakin dilarang malah energi untuk melanggar menjadi semakin besar.

Saya juga kembali teringat sebuah acara di televisi yg sudah disiarkan beberapa bulan yang lalu.

Seorang anak kecil sedang menyeberang jalan raya,tiba-tiba datang sebuah mobil dengan kecepatan tinggi hendak melintas.Pertanyaannya,apakah yang sebaiknya diteriakkan oleh ibu si anak yang berada di tepi jalan kepada anaknya tersebut agar terhindar dari mobil yang melaju kencang?

Jawabannya bukan “awaaas..!”

tapi yang harusnya diucapkan adalah”lariii…!!”

Karena ketika diteriakkan kata “awaaas!!”justru membuat si anak akan menjadi penasaran dan kemudian mencari sumber bahaya,dan di saat beberapa detik kelengahan itulah akhirnya mobil menabrak si anak.

Berbeda dengan teriakan kata “lariii!!”.

Si anak otomatis akan segera berlari begitu mendengar teriakan yang keras dan penuh nada bahaya.

Dari situ kita juga bisa membandingkan,kata “awas”adalah suatu bentuk kata seru yang negatif.Sedangkan “larii” adalah kata perintah positif.

Dari beberapa kejadian di atas saya mengambil kesimpulan sementara yaitu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan,kita harus menggunakan kalimat dalam bentuk positif dan yang searah dengan apa yang kita inginkan.

Sangat masuk akal dan menarik untuk dicoba.Saya tahu belakangan ternyata dalam mendidik anakpun sangat dianjurkan menggunakan cara-cara di atas.

Advertisements

Pentingnya Mengenali potensi diri

Nilai manusia adalah tergantung kepada kemampuannya menggali potensi diri

Cara mengatasi permasalahan lingkungan dunia,adalah dengan memandang dunia sebagai sebuah sistem yang kemudian anggota sistem bekerjasama untuk memperbaiki komponen sistem yang rusak satu persatu.

Saya tidak akan berbicara tentang permasalahan lingkungannya,namun saya hanya ingin menekankan tentang mengkondisikan permasalahan menjadi sebuah sistem adalah cara pandang yang mudah dalam mengatasi permasalahan,yang kemudian akan erat kaitannya dengan mengenali potensi yang akan saya tulis.

Di balik sosok kehidupan manusia yang penuh misteri,ternyata masing-masing manusia terlahir di dunia ini dibekali oleh Allah dengan potensi atau bakat yang akan digandrungi oleh hatinya.Semakin mampu menggali potensi dirinya maka manusia dapat menjadi lebih bernilai.

Alam ini diciptakan dengan suatu sistem yang menakjubkan,Ibadah-ibadahpun ditegakkan di atas sistem,dan Islampun berdiri pada sebuah sistem,Islampun berjaya karena adanya sistem dan pembagaian tugas.Cobalah kita runut perjalanan sejarah Rasulullah,seorang pemimpin,panglima tertinggi,manusia sempurna yang sangat piawai dan paham dengan potensi-potensi yang dimiliki para sahabatnya.Sehingga Rasulullah tepat membagi tugas kepada sahabat-sahabatnya sesuai dengan potensi yang mereka miliki,yang pada akhirnya misi ajaran Islam berhasil tertancap diberbagai penjuru dunia.

Misalnya saja,Abu Bakar dan Umar bin Khaththab berperan sebagai lembaga permusyawaratan dan ahli yang berpengalaman.

Khalid bin Walid berperan sebagai ahli strategi perang untuk menghantam musuh,

Ibnu Abbas,Zaid usamah,Abu hurairah,dan Aisyah berperan sebagai lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang mencetak para ulama yang cerdas dan cendikiawan,

Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin `Auf merupakan anggaran belanja keliling untuk menutupi kekurangan dan mengentaskan kemiskinan.

dan lain sebagainya.

Sistem dan pembagian tugas yang tepat inilah yang akhirnya membawa islam menyeberangi lautan dan belahan dunia guna menancapkan panji-panjinya yang mulia.

Banyak sekali pelajaran yang harusnya bisa kita petik dari perjalanan Rasulullah,tidak heran kalau agama islam selalu menganjurkan untuk berpegang teguh dengan Al qur`an dan sunnah Rasul karena memang di dalam keduanya sudah lengkap..sempurna,tidak perlu ditambah-tambah dan tidak perlu dikurangi,begitu juga dengan pelajaran pentingnya mengenali potensi diri yang telah Rasulullah ajarkan.

Tidak mampunya kita mengenali potensi dan bakat yang ada,akan membuat diri kita lemah,sebaliknya dengan mengenali dan dapat mengembangkan potensi yang kita miliki maka diri kitapun akan semakin kuat dan bernilai.

Misalnya:

Jika potensi yang nampak di bidang sastra dan berkhidmat pada Allah maka potensi tersebut dapat digunakan untuk membantah propaganda musuh2 Allah.

Jika potensi yang nampak di bidang Mengajar maka potensi itu dapat digunakan untuk mendidik manusia2 cerdas yang taat kepada Allah.

Jika potensi yang nampak di bidang wirausaha maka potensi itu dapat digunakan untuk membantu mengatasi perekonomian rakyat.

Jika potensi yang nampak di bidang verbal(berbicara) maka potensi itu dapat digunakan untuk menjadi penyeru manusia kepada agama Allah.

Jika potensi yang nampak di bidang penelitian maka potensi itu dapat digunakan untuk menciptakan temuan2 yang bermanfaat untuk masyarakat.

Dan begitu seterusnya..

Seandainya saja setiap muslim mampu mengenali dan mengembangkan potensi maupun bakatnya,kemudian berbakti kepada Allah,maka sudah semestinya lubang-lubang dalam bangunan islam akan tertutup.

Namun jangan dipahami bahwa seorang harus meninggalkan kegiatan demi agama ini sampai mengetahui dan menemukan potensi dan bakat yang terpendam dalam dirinya.Manusia tetap harus bergerak untuk mencapai kesempuranaan dengan keikhlasan.

buku referensi:31 sebab lemahnya Iman(HUsain Muhammad Syamir)

Gagat sukmono,founder TEM,owner1 toko shafiyya

Butuh tips agar tetap bersemangat

Jangankan menulis 2x sehari,sekali sehari saja ternyata susah ya?

Puiihh..tangga menuju sukses ternyata memang penuh rintangan.Masiih jauuh sekali.Selama belum bisa memulai dan membiasakan hal-hal yang kecil seperti ini,jangan harap akan segera sampai ke pintu sukses apalagi memasukinya.

Untuk menulisnya saja sih ga susah,tapi untuk lepas dari belenggu mind block,mental block dan malas ini yang ternyata sangat sangat susah.Belenggu-belenggu itulah yang acapkali membayang-bayangi diri sehingga akhirnya tidak melakukan apapun juga.

Ada yang punya tips ga ya,buat mengkondisikan agar tetap bersemangat?

Bagi-bagi doonk..

Terinspirasi Rookies

“nanmo dekinai kara tte yume o miccha ikenai no ka yo?”

hehe..terinspirasi abis nonton film Rookies.

Di antara sebanyak-banyak film yang sudah dinikmati,film ini lumayan masuk jajaran atas yang bermutu.

Film tipe seperti ini sebenernya cukup banyak di jepang,seorang guru berkorban mati-matian guna merubah murid-muridnya yang bandel.

Saya bukan mau promosiin filmnya,tapi hanya ingin membagi cerita:)

Di film ini buanyaak banget kalimat yang cukup memberi spirit untuk selalu tetap optimis,nah salah satunya seperti di awal tulisan ini.Artinya begini,”walaupun ga bisa apa-apa,apakah salah kalau aku juga punya mimpi??”(dibaca dengan intonasi yang penuh semangatt..:D)

Kalimat itu terasa mencharge semangat saya yang kebetulan hari ini lagi soak,..

Ketika mendengar percakapan kalimat tadi serasa sayalah yang membintanginya..hehe..

Emang persis banget dengan keadaan saya sekarang,

Kuliah belum tamat,kerjaan blom ada,usaha juga baru mulai..

Belum bisa apaa..apaa..

Tapi,mimpi,cita-cita,atau apalah namanya sudah terlanjur saya gantung tinggi-tinggi,

Saya tahu itu tidak mudah,saya tahu untuk sukses butuh perjuangan dan kerja keras,saya tahu untuk mencapai mimpi butuh pengorbanan,..ya oleh karena itu saya akan berusaha keras untuk menggapainya.

Saya akan terus belajar

dan berdo`a..

Mudah-mudahan..

Mudah-mudahan..

InsyaAllah..

Sukses itu akan ada di tangan orang-orang yang berusaha menggapainya..

isn`t?

Gagat sukmono,founder TEM,owner1 tokoshafiyya.

Sehari 2x

Sehari 2x,bukan jadwal saya minum obat,bukan juga jadwal saya nelponin yayang and my bebi:)

Itu aturan atau target yang saya buat,untuk menulis di blog ini.Berarti kalau dalam sehari bisa 2x menulis,dalam seminggu saya bisa mengumpulkan 14 tulisan,dalam sebulan berarti 60,dalam setahun…2×365..he..he..terlalu banyak.

Sebenernya ini cuma sekadar nyontek caranya para penulis bestseller maupun penulis-penulis profesional lainnya dalam melatih insting untuk menulis.Untuk menjadi seorang yang profesional juga butuh tumpahan keringat dan curahan airmata dalam berjuang(hiperbolisnya:D),salah satunya dengan cara yang rencananya akan saya contek nantinya.Ternyata memang tidak ada seseorangpun yang jarang berlatih menulis dengan tiba-tiba muncul menjadi jagoan dalam dunia tulis-menulis,kalaupun ada palingan copy paste dari sana sini,nyomot tulisan sepotong-sepotong,lalu diaduk hingga rata..he..he.

Biar saja deh awalnya hanya sekedar corat coret apa adanya,sederhana saja dulu.Semoga saja matangnya pengalaman dan banyaknya info yang kita dapat berbarengan dengan semakin lancarnya kemampuan menulis sehingga pengalaman dan info tersebut bisa langsung di ketik dan diposting.Kali saja suatu saat bisa nulis artikel-artikel menengah keatas kemudian mengikuti sarannya bung Edy Zaqeus(penulis best seller Mau kaya Ngapain Sekolah) untuk mengumpulkan artikel-artikel itu dalam sebuah buku kemudian diterbitkan.Bisa seru jadinya..

Saya mau semangat nih,mudah-mudahan bisa menuliskan sesuatu yang bermanfaat dan layak untuk dibaca.

Salam penuh semangattt..

yuk menuliss!!

Gagat sukmono,founder TEM,owner1 toko shafiyya.

nb;Mengikuti jejak para penulis FLP dan juga penulis lain,saya juga lagi pengen ngumpulin teman untuk patungan artikel maupun cerita nonfiksi yang bisa dibukukan..

Tapi adakah mereka yang tertarik..?

Menghela gelombang dengan menulis

Terkadang saya harus lebih jeli mengecek buku catatan saya sebelum dipinjamkan ke teman.Karena ternyata hampir seluruh buku catatan saya menginggalkan jejak kehampaan,kegembiraan,kebingungan,kegelisahan maupun keisengan yang terkode dalam penggalan-penggalan tulisan pendek.Secara tak sengaja pernah terbaca jejak penggalan kebingungan itu oleh beberapa teman.Jadi malu saya dibuatnya.he..he..

Setelah menelusuri sebab tertulisnya penggalan-penggalan kisah itu membuat saya jadi paham,ternyata adakalanya manusia memang tidak lagi mampu menghela gelombang pikiran yang terus mendera di dalam kepala.Gelombang itu harus dilepas bebaskan untuk sedikit mengurangi beban-beban pikiran yang mungkin terlalu menumpuk.Tak heran kalau kaum hawa yang terkenal dengan kekayaan emosinya banyak yang menggandrungi semacam diary untuk sekedar berbagi.Walaupun isinya kadang hanya curhat-curhatan yang terlalu melankolis untuk didramakan..he..he.Begitu juga dengan saya.Menulis,itulah cara yang saya ambil untuk melepaskan gelombang yang ada di kepala.Terlepas dari”Aku ini siapa sih kok udah berani-beraninya nulis?”atau kalau dijabarkan lagi”apa iya hasil dari pengalaman yang masih seret ini layak ditulis?”atau”apa ada ya yang mau baca tulisan saya?” atau berbagai pertanyaan lain yang selalu menarik-narik untuk mengurungkan niat menulis,kali ini saya berusaha untuk tidak menghiraukannya.

Sejatinya,menulis memang benar-benar sebuah bentuk pengembangan diri yang efektif dan efisien.Dalam penjabaran yang lebih luas lagi,menulis adalah suatu bentuk transfer ilmu.Dengan menulis kita belajar untuk meneraturkan informasi yang kita dapatkan sehingga kita bisa menyampaikan informasi kepada orang lain dengan baik.Dengan menulis kita juga meneraturkan gelombang pikiran berupa ide-ide maupun pemikiran kreatif yang tentunya akan bermanfaat untuk kita maupun orang lain.Dengan menulis yang baik kita juga dapat menyampaikan pesan dengan baik,dan masih banyak kegunaan lain dari menulis.

Menulis dikatakan sebagai bentuk pembelajaran.Karena memang bagi seorang penulis informasi sangat dibutuhkan,sehingga mau tidak mau seorang penulis harus rajin mendapatkan informasi guna mencari bahan yang akan dituliskannya.Secara otomatis seorang penulis akan menjadi seorang yang pembelajar.

Secara pribadi,menulis bagi saya adalah penyampaian sesuatu dalam bentuk yang nyata,real dan tidak mengada-ngada.Penyampaian suatu hal yang benar dan bermanfaat yang diramu sedemikian rupa sehingga tersaji sebagai bacaan yang menarik.

Yuk menulis!!

Gagat sukmono,founder TEM,owner1 toko shafiyya.