SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » #Manajemen » Tembok tinggi pengekang mental wirausaha

Tembok tinggi pengekang mental wirausaha

Almanak

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Anda adalah pengunjung ke:

  • 109,483 hits

Pengunjung site ini

My Face

Gagat Sukmono

Categories

 Pendapat yang satu ini memang tidak bisa lagi dipungkiri,bahwa kemajuan perekonomian suatu negara sangat ditopang erat olah adanya pengusaha-pengusaha(entrepreneur) baik itu kecil,menengah maupun tingkat atas.

 Menurut Ciputra(pendiri Ciputra Entrepreneur Foundation) yang merupakan salah seorang sosok besar pengusaha indonesia,Indonesia butuh pengusaha minimal 2% dari seluruh total penduduk indonesia guna mempekerjakan para pengangguran yg ada di tanah air.Saat ini skala pengusahanya baru berkisar 0.18%(Seperti yang dimuat dlm bisnis.com kamis 07/08/08).

 Namun untuk mendongkrak angka persentase pengusaha masih ada tembok tinggi berupa doktrin salah yang terlanjur ditanamkan dalam dunia pendidikan indonesia.Hal yang sama juga disampaikan oleh Ciputra dalam menyebutkan 3 faktor sulit berkembangnya wirausaha di indonesia.Salah satunya ya tadi,adanya doktrin pendidikan SDM untuk tipe pencari kerja.Anak didik jarang sekali untuk diajarkan kreatif dan inovatif,didoktrin untuk berprestasi bagus untuk mencari pekerjaan yang bagus,jauh dari pengenalan terhadap wirausaha,dsb.Alhasil?banyak lulusan sekolah maupun kampus yang ‘keder’ untuk bersaing,istilahnya terikat dengan ‘mental block’ yang begitu akut.Orientasinya mengejar gawean di instansi pemerintah alias pegawai negeri,pengen hidup mudah di save line.Atau juga palingan jadi karyawan-karyawan bawah di perusahaan.

 Ciputra menyebutkan faktor penghambat yang lain adalah masa penjajahan terhadap bangsa indonesia yang terlalu lama 350 tahun.Dan,faktor yang lain adalah masa pendidikan yang di mulai sejak usia 7 tahun di nilai terlalu lambat..

Agama Islam dalam bab keluarga tentang pendidikan anak,sebenarnya sudah memberikan pandangan yang jelas dan lengkap menanggapi berbagai macam hal,bukan hanya pengekang mental wirausaha,tapi juga tentang prilaku anak baik itu budi pekertinya,tanggung jawabnya,kejujurannya dan sifat yg lain.Jadi sudah jelas,tanggung jawab terhadap pendidikan anak yang paling besar adalah di tangan orang tuanya.Orang tuanya mempunyai tugas untuk mendidiknya dengan prilaku yang baik sejak dini,hingga terus dewasa nanti.Naah..sudah tentu perubahan pola pendidikan ke arah yang lebih baik juga penting,namun jangan lupa dengan pondasi dasar yang paling dasar.Inilah tugas besar para orang tua,untuk membentuk pondasi yang kokoh dan berkah!!

Ryoushin sae shikkari shiteireba,kodomo mo shikkari shiteiru darou!!(selama orang tuanya bersungguh-sungguh,tentunya sang anak pun akan bersungguh-sungguh)-gagat

Advertisements

1 Comment

  1. Entrepreneur says:

    Fast-growth ventures have been called “the backbone of the U.S. economy.” Numbering less than 350,000, they create about two-thirds of all new job growth. Professional entrepreneurs lead these ventures, which typically employ between 20 and 500 people, have sales growth of at least 20 percent each year for four straight years, and target five-year revenue projections between $10 and $50 million. I know this about entrepreneur but it would be better if you have provided your blog in English. Any how you have given interesting information. Thanks for this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: