SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » analisis » Untuk berubah itu,pentingkah kesadaran?

Untuk berubah itu,pentingkah kesadaran?

Almanak

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Anda adalah pengunjung ke:

  • 112,927 hits

Pengunjung site ini

Gagat Sukmono

Categories

changesUntuk berubah itu bukan dengan merubah kesadaran,tapi buatlah keadaan yang memaksa untuk berubah”..by Ganesha dalam buku yume o kanaeru zou.

Kata-kata Ganesha ini begitu masuk akal dan terlalu banyak kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dijelaskan dengan ungkapan tersebut.

Akhir-akhir ini target praktikum saya di lab jarang tercapai,yang seharusnya bisa selesai 2 hari akhirnya molor hingga 4 hari dan itupun akhirnya harus lembur hingga malam.

Saya tahu penyebabnya,dan saya sadar..tapi ternyata itu saja tidak cukup,kesadaran saya terlalu lemah untuk menghasilkan langkah yang konkrit.Bukan hanya saya,tapi memang kebanyakan orang mengalami kesulitan untuk berubah kalau hanya mengandalkan kesadaran dalam diri saja.Lho kok?

Penyebab molornya praktikum saya itu karena setiap praktikum saya membawa laptop yang selalu disambungkan ke internet.Ternyata Laptop berinternet inilah yang sering membuat ritme praktikum terganggu.Di sela praktikum,yang niatnya sambil mengisi waktu kosong di saat menunggu alat sedang beroperasi,mengecek email dan membaca beberapa artikel di internet..namanya dunia internet tentunya banyak saja pengetahuan dan hal-hal yang menarik,tanpa sadar waktu terulur lama,padahal alat praktikum sudah beberapa menit lamanya selesai.Hal seperti ini terus berulang,dan ternyata waktu lebih banyak habis di depan layar ketimbang praktikum,dan ternyata badan malah mudah lelah.

Kesadaran untuk fokus ke praktikum sambil membawa laptop ternyata SULIT.

Nah untuk mengatasi masalah ini sayacoba  praktikan nasehat Ganesha,rubahlah keadaannya!,

Ya sudah akhirnya saya tinggalkan saja laptop di rumah,untuk meninggalkan laptop relatif sangat mudah ketimbang saya harus bertarung untuk merealisasikan kesadaran.

Hasilnya ternyata luar biasa,di lab saya jadi lebih bisa fokus ke praktikum,Laptop yang selama ini menjadi sumber masalah sudah tidak ada.Kerjaan yang perlu dilakukan satu-satunya di lab ya tinggal praktikum.Inilah yang dinamakan keadaaan yang memaksa.

“Untuk merealisasikan kesadaran ternyata begitu sulit dan melelahkan,tetapi untuk merubah keadaan itu relatif mudah dan menyenangkan”..gagat

Kenyataannya memang begitu ya,kesadaran untuk berubah itu mudah melemah,ketika malas datang akhirnya keinginan untuk berubah pun jadi menurun,ketika marah,lelah,kurang mood,atau mood tidak bagus,keinginan untuk berubahpun jadi berkurang atau mungkin lebih tepatnya keinginan yang dibarengi perbuatan yang akan sangat menurun.Di sini yang semakin menjadi beban adalah ketika kita sadar kalau kita harus berubah tapi ternyata kita sedang malas.Akhirnya kesadaran yang ada hanya akan membebani otak,ujung-ujungnya  malah semakin malas.

Contoh yang lain misalnya:Jika ingin berhenti menonton TV,bukan dengan cara meyakinkan diri “hari ini saya ga akan nonton TV!!”,tapi..cabut plugnya,simpan remotenya,atau bila perlu jual TVnya..hehe..sebisa mungkin buatlah keadaan semakin tidak memungkinkan anda untuk menonton TV..

Menarik bukan?

Gagat sukmono

Inovator..

picture http://www.sbannister.com/blog/?p=169
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: