SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » 2008 » July

Monthly Archives: July 2008

Opening ceremony masjid gifu

http://nagoyamosque.com/gifu/

Alhamdulillah,akhirnya bertambah lagi masjid besar dan resmi di jepang.Dan juga akan segera dibangun muslim culture center di sana.

Masjid gifu,besok tgl 27 juli 2008 akan diresmikan,insyaAllah akan hadir Imam masjidil haram,beberapa atase kedubes negara islam,dan juga VIP guest dari pihak pemerintahan jepang.

Ini lampiran susunan acaranya,untuk undangannya silakan kunjungi website di atas.

Opening Ceremony Outline of Gifu Mosque

Date: 27th July

Time Table

  • 10:00 Opening ceremony of Mosque
  • 11:00 Opening ceremony of culture center

* This timetable is subject to change according to the number of guests etc.

Location
Furuichiba Higashimachida 8, Gifu City, Gifu Prefecture (Southeast of Gifu University)
〒501-1125 岐阜県岐阜市古市場東町田8番(岐阜大学南東)

Transportation

for all our brother

from Gifu-JR station and there from 8 30 there will be 2 buses going and coming to take the people to Gifu Mosque all the day from 8 30 till the end of the event

  • The place of bus stop of JR Gifu station
    in front of 16 Plasa Bus Stop
    (nihongo : 16プラザ前バス停 jyuroku pulaza mae Bus tei)
    *every people in gifu station knows where it is, you could ask them.
  • Sign of the Bus
    GIFU ISLAMIC CEREMONY

only for the guest Ambassadors

  1. Attendance for the Mosque opening ceremony
    By Shinkansen. We will provide transportation between Nagoya Shinkansen Terminal and the project site.
    It takes 1 hour and 10 minutes.

    • 8:30 Gathering at Nagoya Shinkansen Terminal wicket (Taiko Dori Exit)
    • 8:40 Departure of bus for the ceremony site
    • 9:50 Arrival to the ceremony site
  2. Attendance for the culture center opening ceremony
    • 9:30 Gathering at Nagoya Shinkansen Terminal wicket (Taiko Dori Exit)
    • 9:40 Departure of bus for the ceremony site
    • 10:50 Arrival to the ceremony site

List of attendance

List of confirmed attendance (alphabetical order)

  • Foreign Ambassadors (alphabetical order):
    Afghanistan,Iran, Iraq
  • Deputies of Ambassadors (alphabetical order):
    Egypt, Morocco, Oman, Pakistan, Qatar, Saudi Arabia, USA
  • Imaam: Sheikh Mahir Al-Muaiqely (The imam of Al-Halam)

List of invitation letters for Japanese side

  • Member of the House of Representatives and the House of Councilors
  • Governor of Gifu prefecture, the Mayor of Gifu city, etc.
  • The rector of Gifu University, etc.
  • Member of Gifu Prefectural Assembly,
  • Chairman of Gifu City Council, Member of Gifu City Council
  • Chairman of Kyowamachi neighborhood self-governing body
  • Company owners.

Order of the ceremony (plan)

  • 10:00-10:45 Opening ceremony of Gifu Bab al-Islam Mosque
    • Opening address
    • Address of an Islamic scholar (Alim)
    • Address of Chairman of Nagoya Mosque
    • Address of foreign ambassadors
    • Closing address
  • 10:45-10:55 Cutting the ribbon & inspection of Mosque by Muslim VIPs
  • 10:55 Arrival of Foreign and Japanese VIPs
    *Foreign and Japanese VIPs who can not attend the opening ceremony of the Mosque because of governmental secularism policy will arrive.
  • 11:00-12:00 Opening ceremony of the culture center
    *Note: this occasion will be secular one.

    • Opening address
    • Address of the person in charge of the center
    • Address of Japanese VIPs
    • Address of foreign diplomats
    • Closing address
  • 12:00 Open Buffet
  • 12:05-12:20 Cutting the ribbon & inspection of the center by Japanese and foreign VIPs
  • 12:10-12:30 Zuhr prayer
  • 12:30 Public Open
  • only for the guest :Welcome luncheon at Gifu Grand Hotel (12:50-)
Advertisements

Turut berbahagia

Alhamdulillah,bahagia bercampur haru setelah membaca undangan dari saudara,teman,sekaligus partner bisnis,Bang Dani hidayat(undangan silakan lihat di sini),akhirnya waktu baginya untuk melengkapi separuh agama sebentar lagi tiba.

Jadi teringat walimahan aku tahun lalu Dan,hehe..insyaALlah ga ada rapat pas hari H ente:D.

Ingin dateng,choo..ingin dateng,karena aku tahu,di hari yang berbahagia seperti itu kehadiran teman dekat terasa sangat berarti,ikeru you ni ganbarimasu.

toriaezu selamet buat Dani dan Marisa.

MUdah-mudahan lancar ya dan diberkahi

Indonesia tempat “reuse”Kereta Api jepang(in japanese version)

Indonesia,ramai dibicarakan di televisi jepang..

Yang dibicarakan,macetnya,jadi tempat buangan kereta api jepangnya,cara naik KA yang penuh tantangannya,dll..

hehe..

Apakah anda bermental “terjajah”?

Banyak selentingan untuk kebanyakan warga indonesia yang kedengarannya senewen,namun setelah dipikir,ternyata cukup masuk akal.

Negara kita,indonesia,seyogyanya baru merdeka kurang lebih 63 tahun yang lalu,setelah dijajah oleh belanda 350 tahun,dan jepang 3.5 tahun lamanya.Kurun waktu yang tidak sebentar,bahkan boleh dibilang jumlah waktu yang cukup untuk mendoktrin pemikiran seluruh bangsa sesuai keinginan dan arahan para penjajah.Hampir 4 abad bangsa kita diperbudak,masyarakat didoktrin untuk nurut,dan loyal menjadi budak-budak pekerja.

63 tahun kemerdekaan.Negara sudah berdiri secara berdaulat,namun ternyata efek “doktrinisasi” dimasa penjajahan tak hilang begitu saja.Di zaman modern,canggih,dan informasi yang terbuka luas seperti saat inipun,masih banyak masyarakat indonesia yang terkungkung dalam mental”terjajah”,lebih suka menjadi “abdi”alias pekerja ketimbang menjadi “bos”alias sang pengusaha.

Sepertinya ini semua erat kaitannya dengan efek penjajahan yang baru berlalu belum sampai seabad lamanya.Mental terkungkung dalam “kepekewuhan”yang tidak pada tempatnya,malu,tidak berani,nyaman dalam zona yang biasa-biasa saja,minder,suka dipekerjakan,dan berbagai sifat-sifat”kecil”lainnya.

Saking parahnya sifat-sifat “kecil”ini,membuat cara berfikir kebanyakan masyarakatpun semakin tidak objektif atau bahkan buta membaca realita.Contoh nyata yang disajikan,seakan tidak menggugah sama sekali terhadap jiwa-jiwa yang masih”terjajah”di negeri yang sudah merdeka ini.

Tak dapat dielakkan,mental seperti ini,adalah salah satu faktor besar penghambat kemajuan bangsa kita.Bukan hanya masyarakat kecil yang mau tidak mau bisanya cuma”nrimo”tapi mental “terjajah”ini juga masih bercokol di dada para anak muda,pelajar,bahkan mahasiswa doktoral sekalipun.

Salah satu bukti nyata masih banyaknya mental”terjajah”dikalangan pelajar adalah,bukti masih banyaknya para pelajar yang menuntut ilmu tinggi hanya untuk mudah cari “gawean”,tak terlepas juga mahasiswa-mahasiswa yang bersekolah di sini,jepang.Setelah tamat mereka berbondong-bondong cari perusahaan yang top,bergaji besar,…ga jauh jauh dari yang namanya jadi”pekerja”yang dipekerjakan.

Pulang kenegara sendiri,juga palingan terjun ke politik praktis,menjadi pendidik yang hanya bisa “membual”,cari duit untuk numpuk tanah,sawah dan rumah..

Kalau begini,kapan negara kita bisa maju?

Hal yang sama juga pernah disampaikan Ciputra dalam kompas.com

Kamis, 12 Juni 2008 | 06:26 WIB

JAKARTA, RABU – Lapangan kerja yang ada tidak mampu lagi menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun. Penyerapan tenaga kerja tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan yang sudah ada. Dibutuhkan 4,4 juta wirausaha sejati untuk membantu menyelesaikan masalah itu.

Demikian disampaikan Presiden Komisaris PT Ciputra Tbk Ciputra dalam peluncuran program Ernst and Young ”Entrepreneur of the Year 2008” di Jakarta, Rabu (11/6). Pengusaha properti terkemuka ini menjadi peraih penghargaan Indonesia Entrepreneur of The Year 2007. Tahun ini penghargaan bagi wirausaha terbaik Indonesia diselenggarakan untuk ke-8 kalinya.

Untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, menurut Ciputra, tidak ada lain kecuali melahirkan wirausaha-wirausaha. Ini menjadi tantangan berat buat Indonesia. ”Dan pengusaha yang ada jangan melakukan pemutusan hubungan kerja,” kata Ciputra.

Menurut Ciputra, seorang wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Wirausaha sejati tidak hanya mampu mengubah rongsokan jadi emas, tetapi juga dapat melahirkan wirausaha sukses lainnya. ”Di Eropa, kewirausahaan sudah populer 6-7 tahun lalu, sementara di Amerika 30 tahun lalu. Pemerintah di negara-negara Eropa aktif membantu dan menjadikan entrepreneur sebagai gerakan nasional,” kata Ciputra.

Menurut pakar manajemen Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, pendidikan kewirausahaan harus ditanamkan sejak dini, misalnya cara berdagang kecil- kecilan.

Mata kuliah kewirausahaan, kata Rhenald, acapkali gagal karena dosennya tidak mempunyai pengalaman kewirausahaan. Siswa hanya diajarkan membuat perencanaan bisnis, bukan bisnis riil. Selain itu, ada kekeliruan dalam memahami wirausaha. ”Sebagian besar kaum muda menggambarkan wirausaha sebatas perdagangan. Bagaimana mendapat modal, lokasi, dan punya produk untuk dijual,” tuturnya. Untuk itu, kata Rhenald, meski bersifat sesaat, pikiran entrepreneur harus ditingkatkan.

”Bagaimana memproduksi sesuatu dan memiliki keberanian mengambil risiko,” ujarnya.

Untuk mendorong kemajuan bangsa, Indonesia membutuhkan wirausaha sebanyak 2 persen dari total jumlah penduduk. ”Saat ini kita hanya punya 0,1 persen atau sekitar 400.000 entrepreneur,” kata Ciputra.

Pemerintah, kata Ciputra, terlalu bangga menyebut Indonesia punya 48 juta wirausaha. Padahal, itu baru wirausaha, belum menjadi wirausaha sejati.

Saya:

Membangun pondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh,dengan menumbuhkan jiwa wirausaha sejati,sepertinya jalan tercepat untuk memajukan bangsa kita.Cukuplah Thailand,Vietnam,dan India negara yang beberapa tahun lalu keadaannya tidak jauh lebih baik dari negara kita,menjadi contoh,semakin maraknya pebisnis sejati di negara mereka,membawa mereka semakin tumbuh besar,dan mungkin akan jauh meninggalkan kita,

Jadilah pengusaha sejati,segera take action..

ah..ada ada aja.

Gagat sukmono,Owner1 Tokoshafiyya,founder TEM

nb:image dari sini

Quiz-how smart are you?

Saya punya kuis yang cukup menarik dan sekaligus lucu nih,dari webtrafficorgasm.com dan deanhunt.com

Silakan coba-coba dijawab ya(soalnya dalam bhs inggris).

FIRST QUESTION

1.You are participating in a race.You overtake the second person.What position are you now in?

Answer:If you answered that you are first,then you are Absolutely wrong!If you overtake the second person,you take his place,so you are second!.(mau tau jawabannya,silakan didrag pake mouse aja,jawabannya dalam tinta putih)

Try not to screw up next time.

Now answer the second question,but don`t take as much time as you took for the first time,OK!

SECOND QUESTION

2.If you overtake the last person,then you are…??

Answer:If you answered that you are second to last,then you are wrong again.Tell me,how can you overtake the LAST person?

You`re not very good at this,are you?

THIRD QUESTION

3.Very tricky arithmetic!Note:This must be done in your head only.

Do NOT use paper and pencil or a calculator.Try it!

Take 1000 and add 40 to it..Now add another 1000.Now add 30.Add another 1000.Now add 20.Now add another 1000.Now add 10.What is the total?

Answer:Did you get 5000?

The correct answer is actually 4100.

If you don`t believe it,check it with a calculator..

Today is definitely not your day,is it?

FOURTH QUESTION

Mary`s father has five daughters:1.Nana,2.Nene,3.Nini,4.Nono.What is the name of the fifth daughter?

Answer:Did you answer Nunu?

No! of course it isn`t.

Her name is Mary.Read the question again.

Okay,Now the Bonus round!

A mute person goes into a shop and wants to buy a toothbrush.By imitating the action of brushing his teeth he succesfully expresses himself to the shopkeeper and the purchase is done.

Next,into the shop comes a blind man who wants to buy apair of sunglasses;how does he indicate what he wants?

Answer:

He just has to open his mouth and ask…

It`s really very simple.

Masyarakat indonesia ternyata super sibuk!!??

Belajar ke luar negeri,tentunya banyak tujuan yg ingin dicapai,misalnya saja ingin mempelajari teknologinya yg jauh lebih maju,atau pengen mempelajari pola kehidupannya yg disiplin dan menarik,suka kebudayaannya,dan lain sebagainya,pada intinya dan pada umumnya semua bertujuan mengambil sesuatu yg nantinya bermanfaat baik buat dirinya maupun buat orang lain.
Tapi gimana jadinya kalau ternyata setelah belajar lama di luar negeri justru membuat “keder” hidup di negeri sendiri?..
Bukan karena mental yang tidak tertempa dengan baik,bukan juga karena tidak mampu,namun ini adalah bentuk “culture shock”terhadap negeri sendiri setelah bbrp waktu lamanya beradaptasi dengan pola hidup di negara lain.Culture shock kalau dimisalin secara sederhana ya seperti shocknya orang jawa ketika pertama kali mendengar cara ngomong orang-orang sumatera yang berdesibel tinggi.Atau seperti shocknya orang padang saat makan gudeg jogja yg rasanya manis.
Kalau dibahasakan sedikit resminya culture shock adalah rasa gamang dan kaget yang muncul akibat adanya perbedaan kebudayaan maupun pola kehidupan.
Cuture shock terhadap negeri sendiri bukan berarti seperti halnya”kacang lupa kulitnya”,sama kebiasaan negeri sendiri kok ya bisa-bisanya jadi canggung.
Tenang aja,ini adalah gejala yg wajar,bukan hanya dirasakan oleh orang-orang yang lama tinggal di LN saja,tapi juga tentunya dirasakan oleh orang-orang yg sudah terbiasa dengan pola kehidupan di suatu tempat dan kemudian kembali ke daerah asalnya,pada awalanya tentu akan merasa aneh dengan beberapa kebiasaan yg mungkin dulunya juga sudah sering mereka lakukan.
Tinggal di luar negeri,posisi yang pas kalau ingin menerapkan cara”think out of the box”terhadap negara sendiri.Dan klo pulang ke negeri sendiri ternyata sudah bisa merasakan adanya culture shock itu tandanya hasil think out of the box nya sudah bisa kita rasakan,nah tinggal di list satu persatu,mana kekurangan-kekurangan negara sendiri dan apa saja kelebihan-kelebihan yang ga dimiliki di negara lain.(Walaupun klo menilai indonesia,yg lebih panjang ya list kekurangan-kekurangannya:D).
Contoh culture shock yg saya rasakan itu begini lho..
Setelah lama menetap di jepang,ternyata saya berkesimpulan,”orang-orang yg mengatakan masyarakat indonesia pemalas adalah salah besar!!bahkan lagi,masyarakat indonesia “terlihat” punya pola kehidupan yg super duper busy,”terlihat” punya jam terbang tinggi,”terlihat” memiliki kegiatan super padat melebihi kebiasaan masyarakat jepang yg memiliki jam kantor perhari tertinggi di dunia.Ga percaya?kalo punya waktu coba aja rekan semua nongkrong di area perempatan jalan di kota-kota gede,amati keadaan ketika lampu merahnya sedang menyala.liat aja motor-motor bukan hanya satu atau dua,tapi berpuluh-puluh motor,menyelip perlahan-lahan diantara mobil-mobil yg sedang berhenti,jalan comberan,berlubang,berbatu ga jadi halangan libas terus beringsut lomba cepat-cepatan untuk baris di bagian paling depan.Udah gitu,baru saja lampu di arah yg berlawanan berwarna kuning menyala,suara gas motor dan mobil bersahut-sahutan kayak mau memulai race sambil maju sedikit demi sedikit.Pernah suatu ketika ikut siap-siap race,pas bonceng ojek di jakarta sempat lihat bapak-bapak yang terjebak di tengah jalan,pucat pasi kebingungan mau nyeberang,padahal ratusan motor sudah beranjak maju dan siap meluncur dengan high speed.Padahal andai saja ratusan motor dan mobil itu mau bersabar sedikit sampai menunggu lampu hijau benar-benar menyala tentunya si bapak masih terus bisa tersenyum sampai seberang jalan.
Ga kebayang gimana jadinya kalau masyarakat bermobil dan bermotor indonesia tiba-tiba di tempatkan di jalanan kota-kota besar jepang yg hampir tiap seratus meter ada lampu merahnya.Jangan-jangan yg mengatur lalu lintas di jepang bisa di maki-maki karena banyak membuang waktu menunggu saat lampu-lampu merahnya pada menyala.
Kebayang khan,betapa sibuknya masyarakat indonesia?sampai-sampai ga bisa menunggu barang beberapa menit untuk mematuhi peraturan.Ga hanya di jakarta,mungkin hampir di seluruh tempat di indonesia yg udah pake lampu merah.Jangankan 1 menit,coba aja kamu ketinggalan melaju 2 detik dari lampu hijau menyala,beuh..jangan kaget kalo tiba tiba bunyi klakson bertubi-tubi seakan memaki dirimu.Bunyi yg jarang sekali terdengar di jalanan sepadat apapun di jepang.
Mau bukti yg lain?Kalau ada kesempatan,coba teman-teman amati gimana meriahnya suasana di bandara penerbangan domestik,nah klo ada kesempatan juga coba bandingkan dengan keadaan bandara penerbangan internasional,atau boleh juga ditanya sama teman yg sering menggunakan penerbangan internasional.
Di bandara domestik yg nota bene penggunanya kebanyakan adalah warga indonesia tulen,jangan heran kalau banyak calon penumpang yang nyerobot pengen duluan dilayanin check in,tanpa tampang tak bersalah main lewat saja tanpa ngantri..weleh-weleh..apa yg dikejar sih,mbok ya sabar ngantri sebentar.Apalagi setelah pengumuman penumpang dipersilahkan masuk ke pesawat,kayak lomba lari saja,orang-orang pada berhamburan berebut cepat-cepatan masuk ke pesawat(baru pertama kali naik pesawat kali ya),padahal kan kursi udah ditetapin..hmm..udah gitu pas landing,baru saja mendarat,pengumuman agar tetap duduk dengan sabuk pengaman belum selesai,orang-orang sudah berhamburan mengambil barangnya masing-masing dan ambil posisi agar bisa cepat keluar,orang-orang yg senasib dengan saya yg terbiasa santai,mengikuti peraturan alamat akan keluar diurutan-urutan terakhir.hmm..kesibukan apa yg dikejar ya,kok sedikit orang-orang yg mau bersabar mematuhi peraturan dan mengikuti petunjuk yg ada.
Beda dengan keadaan di bandara internasional,lebih rapi,ngantri,masuk berurut,keluar juga dengan santai..enak liatnya.
Dengan keadaan seperti ini,wajar sebenarnya kalau ternyata culture shock yg timbul menyebabkan keder atau justru sering membuat panas.Ga ngebut-ngebutan dibilang ga jantan,atau dapat semprotan klakson bertubi-tubi,berusaha menaati peraturan malah makan hati,mau jadi warga yg baik tapi tetep aja urusan birokrasi ribet.
Apa yg didapatkan setelah belajar di negara sekeren apapun,untuk saat ini belum bisa bertaji di tengah masyarakat..
Ilmu yg didapat Hanya sekedar jadi pengetahuan..ntah kapan bisa menerapkannya..

Gagat sukmono,owner1 tokoshafiyya,founder TEM

image dari sini

Pembodohan publik besar-besaran

Sepertinya selalu belum pantas untuk membandingkan sebagian besar aspek kehidupan,antara negeri kita tercinta dengan “saudara tua” kita di asia timur,jepang.Bukan hanya dari aspek teknologinya,namun sampai pola kehidupan yg terkecilpun kita masih sangat perlu untuk berguru kepada mereka.

Coba saja kita pick up,tren negeri yg mungkin dianggap biasa tapi tanpa sadar justru menjebloskan diri kita bahkan keluarga kedalam “program”pembodohan bangsa,melalui teknologi “kotak audio visual”atau terebi,atau bahasa kampungnya disebut”tipi”.
Ini terkait dengan isi tontonan yang disajikan sebagaian besar stasiun televisi indonesia,yang isinya bener-bener ga bermutu.
Televisi,saat ini sudah bukan menjadi barang mewah,setiap rumah penduduk sudah memilikinya,hampir diseluruh pelosok negeri.Dari anak-anak,remaja,dewasa dan kakek nenekpun semua bisa melihat.Terbayang khan betapa gawatnya kalau tontonan televisi isinya pada ga bermutu?.Gila aja kalau ternyata anak-anak SD sekarang udah pada jago ngafalin nama-nama artis,hafal judul lagu sekalian isinya tanpa kurang baitnya.Ya wajar aja sih ya,wong yang disajikan aja isinya gosiip seleb mulu sih..pernah ngitung acara ngomongin seleb di tv berapa kali sehari?saya juga ga pernah ngitung,tapi yg pasti dibandingin ama jepang yg hampir ga pernah menayangkan acara khusus artis2nya,acara gosip di tv indonesia boleh dibilang jumlahnya sangat banyak.
Acara lain yg ga mati-matinya di indonesia,ya acara dangdutan,musik-musikan dan nyanyi-nyanyian.Atau indonesia emng negaranya penyanyi-penyanyi berbakat terbanyak sedunia kali ya.Berita juga isinya korupsi,penyelewengan,kriminal,bencana,demo..pening pala dibuatnya..
Bagi kaum terpelajar mungkin sudah bisa membedakan dan menjauhi mana yg bermanfaat dan tidak,tapi coba bayangin aja pada kenyataannya di indonesia saat ini masih banyak penduduk menengah kebawah dari segi pendidikan yg belum bisa membedakan mana acara yg mencerdaskan mereka,bahkan ayalnya lagi saat ini semakin banyak keluarga-keluarga yng menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada kotak televisi itu,membiarkan anak-anaknya larut dalam tontonan yg disajikan tanpa ada kontrol,..
Betapa gawatnya mental anak-anak negeri kalau terus disuapin tontonan-tontonan yg ga bermanfaat.Gimana ga dibilang pembodohan publik besar-besaran,kalo ternyata tontonan di negeri kita justru membuat masyarakat kacanduan sama hal-hal yg sifatnya hanya menghibur sesaat aja.Dan ga mengarahkan masyarakat untuk semangat menuntut ilmu.
Di jepang sendiri,acara tontonan yg bermutu itu seabrek,kuis yg isinya pengetahuan jepang maupun dunia,pola hidup yg sehat,makanan yg bermutu,dokumentari lingkungan,dll,adapun acara sinetron dan movie biasanya ditayangkan jam 9 keatas,jamnya anak-anak kecil udah pada tidur.
Ini memang blom pantas untuk dijadiin bandingan,terlalu jauh,tapi ya minimal sebagai pengetahuan dan sharing aja.
Sebagai solusinya,bagi kita yg sudah tau dan terpelajar dan sadar akan tidak bermutunya acara-acara tv di negeri kita,sebaiknya ga henti-hentinya memasyarakatkan budaya membaca buku-buku yg berkualitas,minimal kepada keluarga kita,memberi alternatif lain saat memberi hadiah,yaitu sebaiknya menghadiahi sebuah buku atau sarana yg berpendidikan lainnya,mengontrol anak-anak saat menonton televisi,dan laen laen..atau ada yg lain?

just sharing
gagat sukmono,

image dari sini