SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » 2008 » January

Monthly Archives: January 2008

Advertisements

kamu gimana?

by gats

“Teman kita udah banyak yang lari tuh..mengejar mimpinya, sepertinya aku juga bakalan segera menyusul,

kamu gimana?” ….sahabatku hanya diam menerawang dengan tatapan kosong..

“Aku hanya ga mau masa mudaku hambar”lanjutku,..tanpa memberinya kesempatan berbicara

“sebenernya aku seneng banget kalo bisa jalan bareng kamu,karena aku yakin kalo kamu tu sebenernya bisa,coba aja kamu bisa lepas dari dunia khayalan yg kamu buat sendiri..

ya sudah deh,kamu coba aja pikirkan baik2 dulu..aku duluan ya,..”..lalu akupun tinggalkan dia yang masih tetap duduk diam membisu…

Advertisements

what did I learn today?

www.a-hec.org/dimensions.html

Pertanyaan “what did I learn today”,selalu saya tanyakan kepada diri sendiri setiap hari.

Senang sekali rasanya jika hari ini saya juga bisa mendapat harta berlimpah berupa ilmu….

Kapan,dan di manapun berada saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk mengamati,menganalisa dan memikirkan tentang kejadian-kejadian yg saya lalui di setiap harinya.

Misalnya jalan2 ke pertokoan,saya akan mengamati:apakah toko ini ramai dikunjungi pembeli,apa kira2 yang membuat pembeli tertarik,barang apa yang menjadi andalannya,tata ruang tokonya,servisnya,dan sebangainyaa…

Atau ketika ke toko buku,kita bisa mengamati buku apa yang banyak diminati orang dengan melihat di corner mana banyak orng ngumpul:),anak muda hobinya baca buku apa,atau ada apa ga nya mahasiswa lain yg lagi kegandrungan baca buku bisnis spt saya:D.dan lain lain.

Tenang aja,mengamati juga bisa sekilas sambil lalu saja,yang penting anda selalu memiliki kesadaran untuk tidak menyia nyiakan waktu anda yang suaangat penting,walaupun ketika anda bermain,belanja,maupun tidur(yg ini kalo bisa silakan dicoba..hehe)…

Mempunyai ilmu banyak dan bermacam-macam tidak ada ruginya buat kita:),dan yang perlu diperhatikan kita juga harus belajar memilah ilmu yang baik dan ilmu yg ga bermanfaat..;yg tdk bermanfaat mari kita tinggalkan…

Bagi yang sudah sering mencoba,ditunggu share ttg ilmu yg bermanfaatnya…:)

Bagi yang belum,selamat mencoba,insyaAllah anda akan mendapati diri anda semakin tumbuh setiap harinya…

salam topp

gagat

“Rasa bosan”no way!!

teorinya gagat

Bagaimana menurut anda,jika dalam waktu 1 minggu anda disajikan dengan hidangan menu lauk pauk yg sama?tentu anda akan merasa bosan khan?Lain halnya jika anda disajikan dengan menu yg bervariasi,tentunya akan membuat makan terasa lebih suedapp..
Kebiasaan anda selama ini utk memvariasikan lauk atau masakan yang anda santap setiap hari,sadar atau tidak ternyata hal itulah yang telah membuat anda tetap bertahan dan tetap mengkonsumsi nasi hingga saat ini..

Nah,ada poin penting nih yang harus kita cermati.

Kata orang tua dulu,”hidup itu seperti putaran roda,kadang di atas kadang di bawah”

Begitu juga dengan semangat”adakalanya dia berapi-api,adakalanya dia enggan utk berkobar” ya ga?

Yang terpenting itu bagaimana caranya mengatur semangat yang sedang pudar supaya tidak padam.

Seperti halnya analogi tentang “makan nasi”tadi,dalam menjaga agar semangat tetap berapi kita juga butuh yang namanya “variasi” .

Contohnya saja dalam belajar.

variasi dalam belajar ternyata mempunyai efek yang sangat bagus dalam menjaga semangat.

Misalnya saja,pagihari anda belajar dengan cara mendengar,mungkin siangnya anda bisa belajar dengan cara membaca,dan malamnya anda belajar dengan cara menulis.(tentunya saya menyarankan dalam hal yg baik dan bermanfaat:)).

Cara seperti ini,di samping bisa mengusir kebosanan,kita juga bisa memaksimalkan kerja otak..

Yang jelas”variasi”itu sudah menjadi hal yang penting utk mencapai hari-hari yang penuh arti.

Faktor lain yang juga penting untuk mengelola rasa bosan adalah,”menikmati proses”.Untuk menjadi orang yang pintar anda harus mengikuti proses belajar,untuk menjadi orang yg berpengalaman ya anda harus banyak melakukan sesuatu,dsb.Yang intinya untuk mencapai tujuan kita butuh yang namanya “proses” ,di saat kita bisa menikmati proses yang sedang kita jalani insyaAllah kita tidak akan pernah merasakan yang namanya bosan dan pastinya akan tetap terus semangat.

Yang terakhir,jangan lupa untuk Berdo`a kepada Allah yang Maha Kuasa.Bagaimanapun juga Allah lah yang akan menentukan segalanya.

nb:saya tidak tahu apa yang saya pikirkan benar atau tidak,melalui tulisan seperti ini saya sangat berharap hadirnya sahabat-sahabat yang ikhlas untuk mengingatkan jika ada kesalahan pada tulisan saya,

jazakumullah

salam topp

gagat

Pengalaman 1:”private indonesian teacher”

Setelah diingat-ingat ternyata sudah hampir 3 tahun saya menekuni part time sebagai “private indonesian teacher”,yah walaupun dalam setahun masa aktifnya hanya 2 atau 3 bulan. lumayanlah bisa nambah-nambah uang jajan sekaligus bisa jadi tempat utk mengasah kemampuan verbal.

Awalnya ketemu part time ini karena dikenalin ama seorang senior sesama anak indonesia di kampus,alhamdulillah kebetulan kala itu lagi masa butuh-butuhnya duit,saya terima aja,dengan bermodal “nekat”plus percaya diri ala kadarnya.

Awalnya ga yakin utk menerima tawaran itu,rasanya ga pede banget dengan kemampuan yang saya miliki saat itu,ditambah lagi kala itu saya masih begitu terikat dengan yang namanya fenomena mental block.Tapi pada akhirnya belitan ekonomi membuat saya terpaksa menghalalkan segala cara(yg halal jg pastinya:) utk mendapat sedikit sokongan hidup,ya saya terima deh jadinya:D.

Awal pertama kali saya mengajar,weh saya ga tahu harus seperti apa dan bagaimana,ditambah lagi orang yang saya ajar adalah orang-orang atasan di sebuah perusahaan jepang yang sebentar lagi tugas ke indonesia.

Di tengah kebingungan itu kebetulan saya teringat sebuah karangan yg pernah saya tulis ketika belajar bhs jepang di kampus,isinya tentang kenapa kita menjadi jenuh ketika belajar di kelas,nah di sana saya bahas juga ttg ciri dosen2 yang membosankan,..dari situlah saya mengimajinasikan seorang sosok dosen yang ideal,yg bakal digandrungi ama murid2nya..

I taught based on my imagine,artinya ngajar sambil ngayal..;D

Ternyata cara ini saya rasakan paling efektif dan juga menimbulkan kepercayaan diri.

Setelah dicoba ternyata ga jelek2 amat..hehe..(akumademo jibun hyouka desu)

Setelah berjalan 3 tahun mengajar,saya sedikit punya kesimpulan nih ttg tips mengajar yg bagus(menurut saya lho:D),kira-kira tipsnya begini:

  • Mengajar dengan suara yg keras,
  • Pelan-pelan,apalagi untuk orang yang pertama kali mau belajar sebuah bahasa,
  • Berurut,yang ini juga penting.Terkadang di tengah pembahasan sebuah tema muncul kata-kata atau pembelajaran utk tingkat lanjut yg bakal ditanyakan oleh murid,nah di situ dipending saja dulu,biar si muridpun tidak menjadi makin bingung.
  • Menyampaikan dengan bahasa yg dimengerti,ketika kita mengajarkan bahasa ke orng lain yg sama sekali belum pernah mempelajarinya,kita harus bisa menyampaikan pelajaran dengan bahasa yg si murid mengerti,klo mengajar orang jepang sampaikan dngn bhs jepang,atau bhs inggris.Sampai si murid mulai terbiasa dengan bahasa2 atau kata2 yg kita ucapkan.barulah kita bisa memperbanyak pengajaran dengan bahasa yng kita ajarkan.Jika tidak demikian maka akan lebih banyak memakan waktu(ini penting,terutama utk tipe private singkat seperti yg saya lakukan).
  • Belajar.Yang ini juga ga kalah penting,seorang pengajar juga harus belajar,minimal pengajar harus menguasai apa yg diajarkannya(siapa bilang orng indonesia pasti bisa mengajar bhs indonesia:)?).
  • ATM(Amati,Tiru,dan Modifikasi) serta Inovasi.Cara ATM mungkin masih sangat jitu dipakai untuk seorang pemula.Pengajar bisa mengamati dari buku atau bahan dari internet,kita amat-amati,nah kemudian kita rubah dikit-dikit disesuaikan dengan keadaan.Barulah setelah berjalan beberapa lama dan kitapun sudah terbiasa dengan”mengajar”,kita coba evaluasi,temukan warna kita,ciri khas pribadi dalam menyampaikan,kemudian kita coba untuk menginovasinya ke arah yang lebih baik.
  • Yang terakhir yaitu bersungguh-sungguh.Ini adalah adab yang harus dipegang dalam melakukan pekerjaannya.Supaya hasil kita juga berkah,ya ga?

Semua itu hanya yang saya rasakan setelah saya mengamati murid-murid saya yang begitu tertarik dngn apa yg saya sajikan dan cepat menangkap.

Masih buanyyak lagi pelajaran yang bermanfaat yang bisa saya ambil dari pengalaman saya ini.Di antaranya,pelajaran mengajar murid yang mempunyai kemampuan berbeda,bagaimana caranya mengajarkan murid agar cepat menghafal apa yg kita ajarkan.dsb..

mudah-mudah pengalaman ini bisa disambung lain kali..

salam topp

gagat

“pendiam”sebuah sifat atau hanya sebuah kebodohan?

Saya awali menulis opini ini dari judulnya dulu.”wah lumayan seru juga temanya nih”pikir saya.

Otak usil saya sedikit tersentil oleh pertanyaan yang akhir-akhir ini sering muncul di benak saya sendiri.

Pertanyaannya itu,

“apakah selamanya diam itu baik?”

jawaban bijaknya”bisa iya,bisa tidak”

Kalo anda dihadapkan dengan omongan yang tidak baik,berbicara tanpa ilmu,menggunjing,menjelek-jelekan orang lain atau berkata yg jorok sudah tentu anda akan sangat afdhol untuk diam.

Nah saya menilai dan merasa disitulah anda bisa mengatakan “diam itu emas”

Bagaimana kalo anda dihadapkan oleh kegiatan yang baik,omongan yang bermanfaat,mengajak untuk kebaikan,mencegah dari kemungkaran,mengajarkan agama,mengajarkan arti hidup yg sebenarnya, membagi cerita yang bermanfaat,menyemangati saudara,berbicara utk menjalankan tugasnya,…

Apakah di situ juga berlaku”diam itu emas”atau”diam itu lebih baik”?

jawaban bijaknya”tentu tidak”

Anda boleh lihat sejarah rasul dan para sahabat,dan juga para ulama,

mereka berbicara,mereka saling mengajarkan ilmu agama,mereka saling memberi wasiat ttg kebaikan,mereka melantangkan lisannya untuk mencegah kemungkaran,mereka berdakwah untuk mengajak kebaikan.

Nah itu dia orang yang pintar menempatkan arti “diam”.Diam untuk menjaga lisannya dari maksiat,tapi lantang untuk berdakwah.

Apakah bagi kita yang minim terhadap ilmu agama berarti sedikit kesempatan utk berbicara yang baik?

“ooh ya tentu tidak”

Anda menanyakan kabar saudara,anda memperhatikan teman,anda mengajak untuk kebaikan(walaupun hanya mengajak untuk tersenyum) ,anda menulis ttg hal2 yang bermanfaat untuk kehidupan dunia maupun akhirat,anda senantiasa memberi kata-kata semangat untuk saudara yang mungkin sedang sedih,atau hanya sekedar ikut tersenyum mendengar cerita ttg kegembiraan teman,dsb..hanya sedikit contoh,dan bukankah ini semua akhlak ahlussunnah?

bukankah mengucapkan”terimakasih”ketika mendapat pemberian dari orang lain juga merupakan akhlak ahlussunnah?

pemberian yang kadang tidak selalu berupa material,tapi juga berupa tulisan2 yang berharga untuk dirinya maupun perkataan yang baik….

Kapankah kita berusaha menerapkan apa yang sudah kita pelajari dari berjilid2 buku agama?

Banyak orang mengatakan”lebih banyak berkata maka lebih banyak salahnya,dibandingkan diamnya”

ya benar sekali,sudah alaminya seperti itu

di situlah kita dituntut untuk menuntut ilmu,supaya apa yang kita ucapkan ada landasannya,supaya apa yang kita ucapkan selalu dalam koridor yang benar sesuai syar`i.

Alangkah bodohnya orang yang menjaga lisannya dari berbuat kebaikan.

Mari iringi lisan kita dengan ilmu.

wallahu a`lam

mohon koreksinya klo salah.

Tulisan juga sebuah kekuatan

Boleh dibilang saya ini termasuk orang yang suka membaca tulisan teman-teman di blognya ataupun tulisan2 blogger2 indonesia lain yang isinya top2 abis,sangat bermanfaat.

Sering sekali semangat saya muncul berlipat-lipat setelah membaca tulisan2 yang membangkitkan semangat

Sering juga saya merasa terhibur dengan membaca tulisan2 yang isinya menggambarkan ketidakputus asaan,ataupun kisah2 sukses.

Pada intinya saya yakin tulisan juga mempunyai sebuah kekuatan,apalagi ditambah kalo isinya bermanfaat untuk orang lain,insyaAllah akan mendapat ganjaran yang baik dari Allah.

Oleh karena itu,apa salahnya kalo saya juga berusaha untuk memulai menulis,mudah-mudahan ada yang bisa mengambil manfaatnya.

mari kita menulis sesuatu yang baik dan bermanfaat.

Mencoba untuk memulai

Selamat datang di blog yang sederhana ini.Saya jadikan blog ini sebagai ajang sharing tentang banyak hal.