SAKURA Japanese Learning Center, Bekasi

Home » #life » Pentingnya Mengenali potensi diri

Pentingnya Mengenali potensi diri

Almanak

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Anda adalah pengunjung ke:

  • 111,481 hits

Pengunjung site ini

My Face

Gagat Sukmono

Categories

Nilai manusia adalah tergantung kepada kemampuannya menggali potensi diri

Cara mengatasi permasalahan lingkungan dunia,adalah dengan memandang dunia sebagai sebuah sistem yang kemudian anggota sistem bekerjasama untuk memperbaiki komponen sistem yang rusak satu persatu.

Saya tidak akan berbicara tentang permasalahan lingkungannya,namun saya hanya ingin menekankan tentang mengkondisikan permasalahan menjadi sebuah sistem adalah cara pandang yang mudah dalam mengatasi permasalahan,yang kemudian akan erat kaitannya dengan mengenali potensi yang akan saya tulis.

Di balik sosok kehidupan manusia yang penuh misteri,ternyata masing-masing manusia terlahir di dunia ini dibekali oleh Allah dengan potensi atau bakat yang akan digandrungi oleh hatinya.Semakin mampu menggali potensi dirinya maka manusia dapat menjadi lebih bernilai.

Alam ini diciptakan dengan suatu sistem yang menakjubkan,Ibadah-ibadahpun ditegakkan di atas sistem,dan Islampun berdiri pada sebuah sistem,Islampun berjaya karena adanya sistem dan pembagaian tugas.Cobalah kita runut perjalanan sejarah Rasulullah,seorang pemimpin,panglima tertinggi,manusia sempurna yang sangat piawai dan paham dengan potensi-potensi yang dimiliki para sahabatnya.Sehingga Rasulullah tepat membagi tugas kepada sahabat-sahabatnya sesuai dengan potensi yang mereka miliki,yang pada akhirnya misi ajaran Islam berhasil tertancap diberbagai penjuru dunia.

Misalnya saja,Abu Bakar dan Umar bin Khaththab berperan sebagai lembaga permusyawaratan dan ahli yang berpengalaman.

Khalid bin Walid berperan sebagai ahli strategi perang untuk menghantam musuh,

Ibnu Abbas,Zaid usamah,Abu hurairah,dan Aisyah berperan sebagai lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang mencetak para ulama yang cerdas dan cendikiawan,

Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin `Auf merupakan anggaran belanja keliling untuk menutupi kekurangan dan mengentaskan kemiskinan.

dan lain sebagainya.

Sistem dan pembagian tugas yang tepat inilah yang akhirnya membawa islam menyeberangi lautan dan belahan dunia guna menancapkan panji-panjinya yang mulia.

Banyak sekali pelajaran yang harusnya bisa kita petik dari perjalanan Rasulullah,tidak heran kalau agama islam selalu menganjurkan untuk berpegang teguh dengan Al qur`an dan sunnah Rasul karena memang di dalam keduanya sudah lengkap..sempurna,tidak perlu ditambah-tambah dan tidak perlu dikurangi,begitu juga dengan pelajaran pentingnya mengenali potensi diri yang telah Rasulullah ajarkan.

Tidak mampunya kita mengenali potensi dan bakat yang ada,akan membuat diri kita lemah,sebaliknya dengan mengenali dan dapat mengembangkan potensi yang kita miliki maka diri kitapun akan semakin kuat dan bernilai.

Misalnya:

Jika potensi yang nampak di bidang sastra dan berkhidmat pada Allah maka potensi tersebut dapat digunakan untuk membantah propaganda musuh2 Allah.

Jika potensi yang nampak di bidang Mengajar maka potensi itu dapat digunakan untuk mendidik manusia2 cerdas yang taat kepada Allah.

Jika potensi yang nampak di bidang wirausaha maka potensi itu dapat digunakan untuk membantu mengatasi perekonomian rakyat.

Jika potensi yang nampak di bidang verbal(berbicara) maka potensi itu dapat digunakan untuk menjadi penyeru manusia kepada agama Allah.

Jika potensi yang nampak di bidang penelitian maka potensi itu dapat digunakan untuk menciptakan temuan2 yang bermanfaat untuk masyarakat.

Dan begitu seterusnya..

Seandainya saja setiap muslim mampu mengenali dan mengembangkan potensi maupun bakatnya,kemudian berbakti kepada Allah,maka sudah semestinya lubang-lubang dalam bangunan islam akan tertutup.

Namun jangan dipahami bahwa seorang harus meninggalkan kegiatan demi agama ini sampai mengetahui dan menemukan potensi dan bakat yang terpendam dalam dirinya.Manusia tetap harus bergerak untuk mencapai kesempuranaan dengan keikhlasan.

buku referensi:31 sebab lemahnya Iman(HUsain Muhammad Syamir)

Gagat sukmono,founder TEM,owner1 toko shafiyya

Advertisements

6 Comments

  1. wandhyj says:

    Assalamu ‘alaikum Wr. Wb

    Salam Kenal,
    ijin mengutip artikel nya ya.
    saya pikir ini berguna banget untuk mahasiswa/i yang dah tingkat akhir dan mempersiapkan diri menentukan kemana meraka akan melangkah.
    thanks banget,Sukses selalu.
    Wassalam

  2. Gagat says:

    wa`alaikumussalam..
    Silakan dikutip,tp sumber ama referensinya jngn lupa yah:)

  3. hairani says:

    trimkash ya,menggali potensi diri memang penting tuk hidup yang lebih berarti dan berguna…

  4. Gagat says:

    betul sekali:)

  5. Hadiahastuti says:

    ini yang kumau 🙂 thanks a lot 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: